Data Imunisasi Akan Dihimpun dalam Apilkasi ASIK, Selanjutnya Seluruh Rekam Medis Tersentralisasi

2022-08-05 11:09:48



Setiap kali warga melakukan imunisasi, maka datanya akan dicatat secara digital dalam aplikasi SehatIndonesiaKu (ASIK). Upaya itu akan diinisiasi Kementerian Kesehatan didukung kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, serta lintas sektor.

Pencatatan dalam aplikasi menjadi salah satu implementasi pilar keenam transformasi kesehatan, yakni terkait transformasi teknologi kesehatan. Nantinya, aplikasi itu akan diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan, maupun pos pelayanan imunisasi selama pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

“Ke depannya, dengan aplikasi ini seluruh data layanan kesehatan tiap individu masyarakat dapat terekam. Masyarakat juga dapat mengetahui status layanan kesehatan melalui ASIK. Mari bersama kita lindungi anak-anak kita dari penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. Ayo bawa anak-anak kita ke Puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan lain, maupun pos pelayanan imunisasi, dan pastikan anak-anak kita mendapatkan imunisasi selama pelaksanaan BIAN ini,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Tidak hanya pencatatan imunisasi secara digital, Budi menjelaskan, rekam medis di seluruh rumah sakit juga dicatat dan direkam secara digital. Nantinya rekam medis akan dimasukkan ke satu database sehingga jika satu pasien pindah rumah sakit maka tidak perlu melakukan rontgen ulang atau tes darah ulang karena sudah dilakukan di rumah sakit sebelumnya.

“Ini akan jauh lebih efisien sehingga akan menjadi lebih transparan informasi mengenai pasien kepada pasiennya sendiri dan semua data itu adalah milik pasien,” kata Budi.

Budi menjelaskan, 6 pilar transformasi di bidang kesehatan antara lain Transformasi Layanan Primer, Transformasi Layanan Rujukan, Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan, Transformasi SDM Kesehatan, dan Transformasi Teknologi Kesehatan.